BADAN OTONOM NWDI · GERAKAN KAUM PEREMPUAN

MuslimatNAHDLATUL WATHAN DINIYAH ISLAMIYAH

Muslimat NWDI merupakan badan otonom resmi yang menghimpun dan mengoordinasikan gerakan kaum perempuan, khususnya para ibu, tokoh wanita, dan srikandi jemaah di bawah naungan ormas induk NWDI. Organisasi ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat dan tidak dapat dipisahkan dari nama sebelumnya, Muslimat NW.

1943
AKAR EMANSIPASI · NBDI

Dari Madrasah Perempuan
Menuju Gerakan Muslimat

Jauh sebelum organisasi Muslimat terbentuk secara formal, sang pendiri, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, telah meletakkan pondasi emansipasi wanita yang sangat progresif di Pulau Lombok.

21 APRIL 1943

Madrasah NBDI

Beliau mendirikan Madrasah NBDI (Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah) khusus untuk kaum perempuan. Langkah ini merupakan sebuah revolusi kebudayaan pada masanya, memberikan hak pendidikan formal yang setara bagi kaum perempuan Sasak agar terbebas dari buta huruf dan keterbelakangan.

Kaum srikandi dan lulusan dari Madrasah NBDI inilah yang kelak menjadi modal dasar utama (human resource) pembentukan sayap organisasi wanita di lingkungan Nahdlatul Wathan.

1 MARET 1953

Lahirnya Nahdlatul Wathan

Ketika ormas induk Nahdlatul Wathan (NW) resmi didirikan, struktur banom mulai dibentuk secara bertahap untuk membagi kluster syiar dan dakwah.

MASA MUSLIMAT NW

Sayap Gerakan Wanita Dilembagakan

Sayap gerakan wanita kemudian dilembagakan dengan nama Muslimat Nahdlatul Wathan (Muslimat NW). Muslimat NW bergerak masif di akar rumput melalui majelis taklim, pembinaan kesejahteraan keluarga, pendidikan anak usia dini, sosial, serta menggerakkan tradisi keagamaan perempuan seperti pembacaan Hizib NW khusus jemaah ibu-ibu.

Sejarah mencatat putri kandung pendiri, Ummuna Al-Mujahidah Hj. Sitti Raihanun Zainuddin AM, memegang peranan krusial sebagai tokoh yang pertama kali menerima SK dan memimpin pembentukan Pengurus Wilayah Muslimat NW Provinsi NTB secara resmi pada masanya, serta mengonsolidasikan ranting gerakan ke pelosok desa.

23 MARET 2021

Transformasi Menjadi Muslimat NWDI

Mengikuti maklumat historis tertib hukum pembentukan ormas induk Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), banom wanita ini secara resmi bertransformasi menggunakan nama Muslimat NWDI.

Madrasah NBDI mencetak kader perempuannya; Muslimat NW melembagakan gerakannya; Muslimat NWDI meneruskannya dalam sistem yang lebih modern.
EMANSIPASI PENDIDIKAN

Pendidikan perempuan sejak 1943 menjadi pondasi penting perjalanan gerakan.

GERAKAN AKAR RUMPUT

Majelis taklim, guru perempuan, keluarga, sosial, dan tradisi keagamaan menjadi ruang pengabdian.

TRANSFORMASI 2021

Perubahan nama menjadi Muslimat NWDI mengikuti transformasi organisasi induk menjadi NWDI.

Srikandi Utama
Muslimat NWDI

SR

Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd.

KETUA UMUM PIMPINAN PUSAT

Saat ini, Pimpinan Pusat (Pimpus) Muslimat NWDI dipimpin secara nasional oleh Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd. (yang juga merupakan mantan Wakil Gubernur NTB).

Beliau merupakan srikandi utama NWDI, cucu kandung dari pahlawan nasional sang pendiri (Almaghfurlah Maulana Syeikh), serta tokoh perempuan nasional yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur NTB (2018–2023).

Di bawah kepemimpinan Umi Rohmi, Muslimat NWDI tampil dengan wajah yang sangat modern, progresif, berpendidikan tinggi, namun tetap membumi dan kental dengan kultur religius kesantrian.

Gerakan yang Tumbuh
di Tengah Masyarakat

Aktivitas Muslimat NWDI berfokus pada pengabdian riil di masyarakat melalui empat pilar gerakan.

01

Pendidikan & Dakwah Kultural

Menjadi pengelola dan pembina utama ribuan Majelis Taklim khusus ibu-ibu di berbagai daerah. Rutin mengadakan pengajian akbar bulanan serta menyebarkan paham Ahlussunnah wal Jama'ah yang berhaluan moderat (Washatiyyah). Membina ketahanan moral santriwati di jaringan sekolah dan madrasah NWDI.

02

Kesehatan & Sosial-Kemanusiaan

Kader aktif berkolaborasi dengan pemerintah melalui Posyandu Keluarga, menurunkan angka stunting (tengkes), serta mengawal kesehatan ibu dan anak. Bakti sosial juga dilakukan melalui donor darah, pembagian sembako, dan santunan anak yatim.

03

Sosial-Politik & Komunitas

Membangun soliditas pergerakan srikandi lewat safari kunjungan pengurus pusat ke pengurus daerah di berbagai pulau, dari poros Lombok hingga Pulau Sumbawa. Menjadi tiang utama pendukung pergerakan ormas induk dalam menyuarakan hak-hak sipil perempuan dan perlindungan anak.

04

Spiritualitas

Aktivitas yang tidak pernah ditinggalkan adalah pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan secara berjamaah di kalangan ibu-ibu. Ritual ini menjadi perekat emosional dan spiritual yang membuat gerakan srikandi ini sangat militan.

Rantai Gerakan
Dari Pusat ke Akar Rumput

Muslimat NWDI beroperasi menggunakan rantai komando vertikal yang terstruktur, dengan akar langsung pada mubalighah, guru-guru madrasah perempuan, dan ketua-ketua Majelis Taklim perempuan di perkampungan.

PIMPINAN PUSATMengendalikan arah kebijakan strategis organisasi secara nasional.
PIMPINAN WILAYAHBerada di tingkat provinsi.
PIMPINAN DAERAHBerada di tingkat kabupaten/kota.
PC & PACBerada di tingkat kecamatan hingga desa.
AKAR RUMPUTMubalighah, guru perempuan, lulusan NBDI/Mu'allimat Pancor, dan Majelis Taklim.

Pengabdian, Pendidikan,
Kesehatan, dan Sinergi

KESEHATAN & SOSIAL

Aktif berkolaborasi dalam isu-isu kesehatan keluarga bawah, seperti penurunan angka stunting dan penguatan Posyandu Keluarga.

PENDIDIKAN WANITA

Terus membina jaringan guru-guru perempuan, majelis taklim, dan pengelolaan asrama santriwati.

SINERGI KEBANGSAAN

Memperkuat soliditas srikandi jemaah di berbagai pulau, Lombok, Sumbawa, hingga luar daerah, untuk menyebarkan Islam moderat (Washatiyah) lewat dakwah kultural kaum ibu.

BAKTI SOSIAL

Secara rutin menggelar aksi donor darah, pembagian sembako, dan santunan anak yatim, terutama menjelang perayaan besar seperti HULTAH (Hari Ulang Tahun) madrasah induk.

Spiritualitas yang Menyatukan

Hizib Nahdlatul Wathan

Aktivitas yang tidak pernah ditinggalkan adalah pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan secara berjamaah di kalangan ibu-ibu. Tradisi ini menjadi perekat emosional dan spiritual dalam perjalanan gerakan srikandi Muslimat NWDI.

Hubungannya sangat runtut: Madrasah NBDI (1943) mencetak kader perempuannya, dilembagakan melalui nama Muslimat NW selama puluhan tahun, dan kini bersistem secara modern pasca-2021 dengan nama Muslimat NWDI di bawah kepemimpinan Umi Rohmi Djalilah.