Pemuda NW mendisiplinkan kader militannya melalui barisan pengamanan siber dan lapangan. Mereka berada di barisan terdepan dalam menjaga keselamatan para Tuan Guru saat safari dakwah.
Barisan kepemudaan pada fase usia produktif pasca-kampus: kekuatan penggerak dakwah, pengawal perjuangan, sekaligus ruang pembinaan pemuda agar bermental, berfisik, dan berspiritual kuat dalam bingkai Ahlussunnah wal Jama'ah dan NKRI.
Didirikan atas restu dan inisiasi langsung Almaghfurlah Maulana Syeikh, dengan nama awal Pemuda Nahdlatul Wathan (Pemuda NW).
Energi pemuda telah digerakkan jauh sebelum pelembagaan formalnya. Jejak itu kemudian memperoleh bentuk organisasi pada masa Orde Baru.
Jauh sebelum secara formal dilembagakan sebagai organisasi kepemudaan, energi dan barisan pemuda srikandi/santri putra telah digerakkan oleh pendiri, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, sejak masa pergerakan kemerdekaan dan penyerangan markas NICA pada 1946.
Selama puluhan tahun, Pemuda NW dikenal melalui fungsi taktisnya di tengah jamaah dan dalam berbagai agenda organisasi.
Pemuda NW mendisiplinkan kader militannya melalui barisan pengamanan siber dan lapangan. Mereka berada di barisan terdepan dalam menjaga keselamatan para Tuan Guru saat safari dakwah.
Dalam pengajian umum, perayaan HULTAH (Hari Ulang Tahun) madrasah di Pancor, hingga kegiatan sosial, Pemuda NW bertindak sebagai panitia pelaksana lapangan yang mengondisikan massa jamaah berjumlah puluhan ribu.
Sejarah mencatat babak baru legalitas hukum organisasi pada 23 Maret 2021. Ketika ormas induk menegaskan legalitasnya menjadi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) di bawah kepemimpinan TGB, banom kepemudaan ini secara otomatis menyesuaikan namanya menjadi Pemuda NWDI.
Perubahan nama tidak memutus akar perjuangan. Pemuda NWDI tetap mewarisi sejarah panjang, ruh perjuangan, serta garis waktu historis yang telah dibangun sejak 1975 di bawah bimbingan Maulana Syeikh.
Setiap kepemimpinan membawa kebutuhan zamannya: penataan hukum, stabilitas transisi, hingga ekspansi modern dan kemandirian.
Sebagai pakar hukum sekaligus Pembantu Rektor I IAIH NW Pancor, beliau membawa pendekatan terstruktur, formal, dan taat asas. Organisasi dipandang sebagai institusi hukum yang membutuhkan tata kelola administrasi kokoh.
Muncul pada fase krusial transisi legalitas 2021. Fokus kepemimpinannya menjaga stabilitas mental kader, meredam polarisasi, dan menanamkan narasi perdamaian (islah) di akar rumput.
Lulusan luar negeri dengan gaya dinamis, taktis, result-oriented, dan ramah terhadap kultur mahasiswa/pemuda Gen Z. Pemuda NWDI diarahkan menjadi organisasi modern berskala nasional yang profesional namun tetap berlandaskan moral kesantrian.
Saat ini Pimpinan Pusat (PP) Pemuda NWDI dipimpin secara nasional oleh Ustadz H. Muhammad Rifki Faraby, B.Comm., putra dari TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, M.A.
| Pemimpin | Pendekatan Utama | Fokus Eksekusi | Karakter Kader |
|---|---|---|---|
| H. Abdul Kabir, SH., MH. | Legalistik-Akademis | Tertib hukum organisasi, regulasi, dan basis perguruan tinggi. | Taat aturan, tertib birokrasi, dan cakap hukum. |
| Dr. M. Halqi | Transformasional-Konsolidatif | Stabilitas pasca-transisi, manajemen konflik, dan penguatan 13 PW awal. | Dewasa menyikapi perubahan, sejuk, dan loyal ideologi. |
| H. M. Rifki Faraby, B.Comm. | Modern-Progresif & Teknokratis | Definitifisasi nasional, digitalisasi instrumen, dan kemandirian ekonomi. | Milenial/Gen Z yang profesional, melek teknologi, dan mandiri secara finansial. |
Dari akar Pemuda NW sejak 1975 hingga transformasi menjadi Pemuda NWDI pada 2021, gerakan ini membawa warisan perjuangan ke dalam tantangan zaman baru: organisasi yang tertib, kader yang matang, dakwah yang sejuk, teknologi yang cerdas, dan pemuda yang mandiri.