BADAN OTONOM PROFESI

PERSATUANGURU

Persatuan Guru NWDI (PG NWDI), wadah resmi yang menghimpun, membina, dan mengoordinasikan tenaga pendidik, ustadz, ustadzah, dan guru yang mengabdi di jaringan madrasah, sekolah, dan pondok pesantren NWDI.

PERSATUAN GURU NWDI

Guru adalah rahim yang menjaga kesinambungan pergerakan pendidikan.

Sejarah PG NWDI berakar dari Persatuan Guru NW (PGNW), tumbuh bersama berkembangnya jaringan pendidikan yang dibangun oleh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

1937Madrasah NWDI berdiri
1943Madrasah NBDI berdiri
1953NW resmi berdiri
2021Transformasi menjadi PG NWDI
01 — Akar Sejarah

Pendidikan sebagai
Rahim Pergerakan

Perjalanan PG NWDI tidak dapat dipisahkan dari ruh utama pendirian ormas induk. Pertumbuhan madrasah melahirkan kebutuhan terhadap wadah profesi yang mampu menyatukan visi, mutu, dan perjuangan para pendidik.

1937 — Madrasah NWDI

Berdirinya Madrasah NWDI menjadi salah satu akar penting berkembangnya jaringan pendidikan yang kemudian menyebar ke berbagai pelosok desa.

1943 — Madrasah NBDI

Perkembangan pendidikan berlanjut dengan berdirinya Madrasah NBDI. Jaringan madrasah kemudian tumbuh secara luas dan membutuhkan tenaga pendidik yang semakin terorganisasi.

1 Maret 1953 — Nahdlatul Wathan

Ketika ormas induk Nahdlatul Wathan resmi didirikan, ribuan guru madrasah membutuhkan wadah perjuangan profesi untuk menyatukan visi kurikulum, metodologi pengajaran Islam, dan perlindungan profesi pendidik santri.

PGNW — Wadah Profesi Guru

Dari kebutuhan administrasi dan perjuangan tersebut terbentuk Persatuan Guru NW (PGNW), yang selama puluhan tahun menjadi wadah strategis para guru dalam jaringan pendidikan NW.

02 — Karakter Gerakan

Menjaga Mutu,
Menjaga Jati Diri

PGNW tidak sekadar menghimpun profesi. Ia membawa tanggung jawab pendidikan, kaderisasi, kurikulum ke-NW-an, dan standardisasi pengajaran.

01

KADER MILITAN SESUAI ZAMAN

Membina generasi muda dan santri agar menjadi kader NW yang militan, siap pakai di mana saja, serta melek terhadap kebutuhan zaman.

02

BENTENG KURIKULUM KE-NW-AN

Menjaga dan mengajarkan muatan lokal keorganisasian, sejarah perjuangan Maulana Syeikh, serta pembacaan Hizib Nahdlatul Wathan di sekolah-sekolah.

03

STANDARDISASI PENGAJARAN

Menyelaraskan mutu kompetensi mengajar antara guru di pusat, Pancor, dengan guru-guru madrasah cabang di pelosok pulau terpencil.

03 — Transformasi Legalitas
23.03.2021

PGNW → PG NWDI

Sejarah mencatat babak baru penegasan legalitas hukum organisasi pada 23 Maret 2021. Ketika ormas induk menegaskan eksistensi dan legalitasnya menjadi Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) di bawah kepemimpinan TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, M.A., banom profesi guru menyesuaikan nama menjadi Persatuan Guru NWDI (PG NWDI).

Pergantian nama mengikuti dinamika hukum, tetapi tidak memutus warisan. PG NWDI tetap membawa sejarah, semangat khidmah, dan cita-cita pendidikan yang diletakkan Almaghfurlah Maulana Syeikh sejak puluhan tahun silam.

04 — Etape Kepemimpinan

Penata Tradisi,
Penguat Ekosistem

Sebelum kepemimpinan nasional modern, Persatuan Guru berada di bawah kepemimpinan Drs. H. Saipun Nasri, M.Pd., tokoh pendidikan dan birokrat senior.

ETAPE SEBELUM ERA MODERN

Drs. H. Saipun Nasri, M.Pd.

Birokrat Senior & Penata Kurikulum

Karakter Kepemimpinan

Beliau membawa warna kepemimpinan yang matang dalam tata kelola kelembagaan pendidikan. Jaringan madrasah dan pondok pesantren dipandang sebagai satu kesatuan ekosistem besar yang harus maju bersama, baik dari mutu pengajaran maupun ketahanan ekonominya.

Pengabdian Luas di Struktur NWDI

  • Dipercaya sebagai Ketua Bidang Lajnah Pondok Pesantren di lingkungan PD NWDI Kabupaten Lombok Timur.
  • Menjadi motor penggerak terbentuknya Ikatan Kamar Pesantren (IKPP) NWDI Lombok Timur.
  • Mendorong kemandirian ekonomi pondok pesantren agar pendidikan, sosial, dan dakwah dapat bergerak lebih akseleratif.

Jembatan Tradisi dan Modernitas

Sebagai alumni senior Muallimin NWDI Pancor pada era pertengahan 1985–1990, beliau memahami khittah, ruh kurikulum, dan metode pengajaran yang diwariskan Maulana Syeikh. Salah satu warisan pentingnya adalah kemampuan menyelaraskan tradisi kitab kuning dan Hizib dengan tuntutan administrasi kedinasan guru modern.

PIMPINAN PUSAT • SAAT INI

H. Lalu Muhammad Hidir, M.Pd.

Ketua Umum PG NWDI

05 — Arah Gerak Terkini

Profesional, Adaptif, Tetap Berakar

Pimpinan Pusat Persatuan Guru NWDI saat ini dipimpin oleh H. Lalu Muhammad Hidir, M.Pd. sebagai Ketua Umum. Di bawah kepemimpinannya, organisasi profesi guru diarahkan untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme pendidik sambil mempertahankan jatidiri kesantrian.

KOMPETENSI GURUSosialisasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan pelatihan metode pembelajaran digital terkini.
JARINGAN WILAYAHKonsolidasi dari pusat ke berbagai daerah dan penguatan struktur wilayah hingga cabang.
SINERGIBekerja bersama yayasan dan unsur NWDI untuk menjaga kurikulum muatan lokal dan tradisi pendidikan.
06 — Identitas Pendidikan

Modern dalam Metode,
Kokoh dalam Khidmah

PG NWDI bergerak mengikuti perkembangan teknologi pendidikan nasional tanpa kehilangan akar pengajaran dan nilai kesantrian.

Kurikulum & Kompetensi

Peningkatan kualitas guru, profesionalisme, Kurikulum Merdeka, teknologi pembelajaran digital, dan metode mengajar yang ramah anak.

Muatan Lokal Ke-NW-an

Menjaga pengajaran kitab kuning, sejarah perjuangan Almaghfurlah Maulana Syeikh, serta pembacaan Hizib agar tetap konsisten di jaringan madrasah.

Ekosistem Pesantren

Guru, madrasah, sekolah, dan pondok pesantren dipandang sebagai satu ekosistem pendidikan yang saling menguatkan.

Jaringan Nasional

Penguatan organisasi dari Lombok dan wilayah sekitarnya menuju jaringan nasional, termasuk pengembangan struktur di berbagai daerah seperti Pulau Sumbawa.

GURU MENJAGA ILMU.
PG NWDI MENJAGA GERAKAN.

Dari rahim pendidikan NW sejak 1937 dan 1943, tumbuh kebutuhan terhadap perjuangan profesi guru. Dari PGNW hingga PG NWDI, warisan itu terus bergerak: meningkatkan mutu, menguatkan jaringan, menjaga tradisi, dan beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati diri kesantrian.

↑