Perumusan Awal
Beririsan dengan masa pendudukan Jepang, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid menyusun kumpulan doa, ayat Al-Qur'an, dan wirid para wali ke dalam kitab Hizib Nahdlatul Wathan. Dalam sumber, Hizib ini dirancang sebagai “senjata spiritual” untuk membentengi madrasah NWDI dan NBDI dari gangguan lahir dan batin.