KEPRIBADIAN WARGA NAHDLATUL WATHAN

Ciri, Sikap dan Amalan Warga Nahdlatul Wathan

✦ ───────── ✦
LANDASAN

Kepribadian Warga Nahdlatul Wathan

Kepribadian warga Nahdlatul Wathan adalah ciri atau tanda yang menonjol yang mesti dimiliki oleh warga Nahdlatul Wathan sebagai pengamalan dari faham keagamaan yang dianut oleh organisasi Nahdlatul Wathan, yaitu Islam Ahlussunnah wal Jama’ah ‘ala Mazhabil Imamisy Syafi’i r.a.

Kepribadian ini digali dari khazanah ajaran-ajaran Pendiri Nahdlatul Wathan Maulanasy Syaikh Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AHFaham keagamaan
MAZHAB IMAM SYAFI’IFiqh / hukum Islam
KEPRIBADIAN WARGA NWDI - NBDI dan NWPengamalan dalam kehidupan

33 Kepribadian Warga NWDI - NBDI dan NW

Menampilkan 33 dari 33
01KEPRIBADIAN

Mengucapkan salam dengan sempurna

Apabila bertemu dan berpisah selalu mengucapkan salam dengan sempurna, yaitu “Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh” dan menjawab salam dengan sempurna pula atau lebih baik.

02KEPRIBADIAN

Mencium tangan guru atau orang tua

Apabila berjabatan tangan dengan guru atau orang tua, terlebih lagi dengan Bapak Pendiri NW, dilakukan dengan mencium tangan.

03KEPRIBADIAN

Menyambut kedatangan Pendiri NW

Apabila Bapak Pendiri NW datang di suatu majlis, beliau disambut dengan do’a “Rabbana ya dzal jalali wal minan dan seterusnya”, dengan sikap berdiri dan diakhiri dengan aba-aba “hayyu”, setelah itu mengucapkan salam secara serempak.

04KEPRIBADIAN

Membuka dan menutup acara NW

Setiap upacara dan acara NW dibuka dengan Shalatun Nahdlatain dan ditutup dengan do’a pusaka.

05KEPRIBADIAN

Gemar berhizib

Gemar berhizib dengan Hizib Nahdlatul Wathan, baik dengan sendiri-sendiri maupun berjama’ah.

06KEPRIBADIAN

Gemar shalat wajib berjamaah

Gemar shalat wajib berjama’ah, dan setelah selesai shalat membaca wirid 3.

07KEPRIBADIAN

Rajin menghadiri pengajian NW

Gemar dan tetap berupaya menghadiri pengajian-pengajian yang diselenggarakan NW seperti Majlis Da’wah HAMZANWADI dan Majlis Ta’lim NW yang dipimpin para Tuan Guru, ustaz dan ustazah Nahdlatul Wathan.

08KEPRIBADIAN

Pandai memilih guru

Pandai-pandai memilih dan menentukan guru.

09KEPRIBADIAN

Berpakaian sopan dan rapi

Menggunakan pakaian dengan sopan dan rapi sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal jama’ah ‘ala Mazhabil Imamisy Syafi’i r.a.; utamanya para siswi, mahasiswi dan muslimat NW hendaknya menggunakan busana muslimah.

10KEPRIBADIAN

Memuliakan nama Pendiri dan guru

Menyebut dan memanggil nama Pendiri Nahdlatul Wathan dan guru-guru beliau dengan cara ta’zim seperti Maulanasy Syaikh, Al ‘Alimul ‘Allamah, dan yang semisal.

11KEPRIBADIAN

Tahadduts bin ni’mah

Menyebut jasa-jasa baik, kemuliaan, kelebihan perjuangan dan ajaran Bapak Maulanasy Syaikh dengan “tahadduts bin ni’mah”.

12KEPRIBADIAN

Mencintai dan menghormati orang yang dicintai guru

Mencintai dan menghormati orang yang dicintai dan dihormati Bapak Maulanasy Syaikh, utamanya Maulanasy Syaikh Hasan Muhammad Al Masysyath, Al ‘Allamatul Adib As Sayyid Muhammad Amin Al Kutbi dan guru-guru beliau lainnya.

13KEPRIBADIAN

Mematuhi fatwa dan ajaran beliau

Mematuhi fatwa dan ajaran beliau sebagai ulama’ dan sebagai pendiri NWDI, NBDI dan NW dengan sikap “Sami’na wa Atha’na” dan melaksanakannya dengan konsekwen serta penuh tanggung jawab.

14KEPRIBADIAN

Loyalitas dan kesetiaan

Menampakkan loyalitas dan kesetiaan yang tinggi kepada pendiri NWDI, NBDI dan NW dan para pimpinan NW.

15KEPRIBADIAN

Musyawarah mufakat

Memutuskan segala permasalahan yang sulit dipecahkan dengan berdasarkan musyawarah mufakat. Jika tidak dapat diputuskan, barulah dengan shalat istikharah.

16KEPRIBADIAN

Pengijazahan do’a

Menerima do’a dengan melalui pengijazahan, utamanya do’a-do’a khusus.

17KEPRIBADIAN

Bai’at

Mengucapkan bai’at terutama oleh pengurus/pimpinan NW, pelajar, mahasiswa, thullab dan thalibat NW untuk bersedia dengan penuh kesetiaan dan tanggung jawab memperjuangkan dan tetap menegakkan ajaran-ajaran Nahdlatul Wathan serta memesankan kepada anak cucu agar menjadi warga NW yang setia.

18KEPRIBADIAN

Adab pidato

Memulai pidato dengan membaca basmalah, salam, hamdalah, shalawat dan bacaan yang diajarkan; pada akhir pidato mengucapkan “Wallohul muwaffiqu wal hadi ila sabilirrasyad, wassalamu’alaikum warahmatullohi wa barakatuh”.

19KEPRIBADIAN

Adab menulis surat

Setiap menulis surat dimulai dengan membaca basmalah, kemudian “Bismillahi wa bihamdihi”, salam, dan ditutup dengan “Wallahul muwaffiqu wal hadi ila sabilirrasyad, Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh” serta mencantumkan tanggal dan tahun Hijriyah.

20KEPRIBADIAN

Bergaul dengan orang-orang baik

Bergaul dengan orang-orang baik, dan dalam pergaulan tetap berusaha untuk dapat berbuat baik kepada semua orang seperti yang diajarkan Nabi Muhammad s.a.w. yaitu “Khaliqinnasa bi khuluqin hasan”.

21KEPRIBADIAN

Berbuat baik kepada yang berjasa kepada NW

Berbuat baik kepada semua orang yang telah berbuat baik kepada organisasi Nahdlatul Wathan.

22KEPRIBADIAN

Membacakan talqin bagi mayit

Membacakan talqin bagi mayit.

23KEPRIBADIAN

Menghadiahkan pahala

Menghadiahkan pahala seperti pahala bacaan Al Fatihah dan lain-lainnya kepada sesama kaum muslimin, utamanya yang sudah meninggal dunia, sebagaimana dijelaskan dalam kitab-kitab Ahlussunnah wal Jama’ah.

24KEPRIBADIAN

Asy Syafa’atul Kubra / Syafa’atul Ikhwan

Membacakan Al Qur’an, tahlil, tasbih, tahmid, takbir/do’a sebagai tanda terima kasih bagi mereka yang beramal dan yang dimasukkan amal untuknya serta mendoakan mereka dan keluarga mereka. Dalam istilah Nahdlatul Wathan disebut “Asy Syafa’atul Kubra/Syafa’atul Ikhwan”.

25KEPRIBADIAN

Bertawassul

Bertawassul yaitu berdo’a dengan menggunakan wasilah sebagaimana yang lazim digunakan oleh para Imam dan Ulama’ terdahulu.

26KEPRIBADIAN

Membaca lafaz niat

Membaca lafaz niat seperti Ushalli sebelum shallat.

27KEPRIBADIAN

Membaca do’a qunut

Membaca do’a qunut dalam shalat shubuh dan shalat witir pada pertengahan kedua bulan Ramadlan.

28KEPRIBADIAN

Shalat sunnat Jumu’ah

Mengerjakan shalat sunnat qabliyah dan ba’diyah Jumu’ah masing-masing empat rekaat.

29KEPRIBADIAN

Tarawih 20 rekaat

Melaksanakan shalat tarawih 20 rekaat tambah witir.

30KEPRIBADIAN

Do’a ketika keluar rumah

Setiap keluar dari rumah, untuk bepergian membaca: بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّبِاللهِ

31KEPRIBADIAN

Mengangkat tangan ketika berdo’a

Menengadahkan kedua belah tangan dan mengangkatnya ketika berdo’a, dan setelah selesai berdo’a mengusap muka dengan kedua tapak tangan.

32KEPRIBADIAN

Mengucapkan amin

Meng”amin”kan do’a, karena meng”amin”kan do’a berarti ikut juga berdo’a.

Bacaan dalam Dokumen

Dokumen juga memuat bacaan Arab dan terjemahannya, termasuk muqaddimah Hizib Nahdlatul Wathan, Shalawat Nahdlatain, Doa Pusaka dan wirid sesudah shalat.

اَللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِسِرِّكُنْ فَيَكُنْ عَمِّرْ نَهْضَةَ الْوَطَنِ الدِّيْنِيَّةَ
اْلاِسْلاَمِيَّةَ عَلَى مَذْهَبِ اَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ