Dr. H. M. Djamaluddin, BE, M.Kom.
THE DIGITAL MIND • BIOGRAFI TOKOH

Dr. H. M.
Djamaluddin,
BE, M.Kom.

Arsitek Digitalisasi Pendidikan Islam, Pengawal Kebijakan Publik, dan Ketua YPH PPD NWDI Pancor
ENGINEERDOKTOR ITBDIGITALISASIYPH PPD NWDIDPRD 2024–2029
JELAJAHI BIOGRAFI — KLIK ITEM UNTUK LANGSUNG MENUJU BAGIAN
01
BAB I

Silsilah Agung dan Prinsip Hidup “Bergerak Alami”

Putra Keempat Rahim Emas Ummi Rauhun

BIOGRAFI

Dr. H. M. Djamaluddin, BE, M.Kom.

LATAR KEHIDUPAN

Arsitek Digitalisasi Pendidikan Islam, Pengawal Kebijakan Publik, dan Ketua YPH PPD NWDI Pancor

BERGERAK ALAMI

BAB I: SILSILAH AGUNG DAN PRINSIP HIDUP "BERGERAK ALAMI"

02
BAB II

Rekam Jejak Akademik: Dari ITB, Australia, hingga Gelar Doktoral

Pendidikan dan Lompatan Akademik

1. Putra Keempat Rahim Emas Ummi Rauhun

01SMAN 1 Mataram
Menuntaskan pendidikan menengah di salah satu sekolah menengah atas kompetitif dan bergengsi di NTB.
02ITB
Lulus ujian masuk Institut Teknologi Bandung.
03MONASH UNIVERSITY
Meraih beasiswa penuh dan menuntaskan Bachelor of Engineering (BE), Electrical and Computer System Engineering.
04DOKTOR ITB
Januari 2024 mempertahankan disertasi tentang identifikasi wajah parsial dan resmi menyandang gelar Doktor.

Pendidikan Lanjutan

Dr. H. M. Djamaluddin, BE, M.Kom. lahir di Pancor, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 15 November 1973. Beliau merupakan putra keempat dari pasangan H. M. Djalaluddin, S.H. (Almarhum) dan Ummi Hj. Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid. Melalui garis sang ibunda, Djamaluddin adalah cucu kandung langsung dari ulama legendaris, Waliullah, sekaligus Pahlawan Nasional pendiri organisasi Nahdlatul Wathan, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid (Maulana Syaikh). [1, 2]

03
BAB III

Komandan Transformatif YPH PPD NWDI Pancor

Pulang untuk Mengabdi

2. Menolak Fasilitas Nasab: Bertumbuh Tanpa Perlakuan Khusus

Implementasi Teknologi — Digitalisasi Pesantren

Sejak masa kecilnya, Djamaluddin bermukim dan menempuh jalur sekolah umum di Kota Mataram. Tumbuh di lingkungan pendidikan sekuler dan perkotaan membuat masa mudanya berjalan sangat mandiri, jauh dari ketenaran atau kultus pengagungan sebagai cucu ulama besar. Di sekolah, hampir tidak ada perlakuan dari guru maupun teman-teman yang mencolok atau mengistimewakan dirinya. [1]

Penyediaan Institusi Baru — MADQH NWDI

Ada satu kisah yang membekas kuat dalam sanubarinya. Saat duduk di bangku SMA, justru seorang guru non-Muslim yang menceritakan keagungan dan sejarah perjuangan kakeknya (Maulana Syaikh) di depan seisi kelas. Kejadian itu sangat mengharukan bagi Djamaluddin. Belakangan, beliau menyadari betul bahwa tumbuh tanpa adanya perlakuan istimewa berbasis nasab justru merupakan anugerah terbesar dalam hidupnya. Hal itu menuntutnya untuk bergerak secara alami, mengandalkan kompetensi otak sendiri, serta membentuk mentalitas kepemimpinan yang membumi. [1]

Visi Global bagi Santri dan Mahasiswa

BAB II: REKAM JEJAK AKADEMIK: DARI ITB, AUSTRALIA, HINGGA GELAR DOKTORAL

04
BAB IV

Kiprah Legislatif: Membela Akar Rumput di Parlemen

Masuk ke Panggung Politik Praktis

Djamaluddin mewarisi ketajaman berpikir eksakta dan logika terstruktur yang sangat kuat. Langkah akademiknya melompat melampaui batas daerah hingga mencapai panggung internasional:

ILMUWAN TEKNOLOGI

Dingin, terstruktur, dan berbasis data.

VOKAL & TAJAM

Kritis ketika menyangkut ketimpangan hak sosial masyarakat kecil.

PENYAMBUNG LIDAH JEMAAH

Mengawal kebijakan eksekutif agar berpihak pada kemakmuran dan kelestarian alam sosiologis Pulau Lombok.

05
BAB V

Falsafah Kepemimpinan dan Karakter

“Bergerak Alami”

Pendidikan Menengah: Menuntaskan pendidikan di SMAN 1 Mataram, salah satu sekolah menengah atas paling kompetitif dan bergengsi di NTB. [1]

SAINS DIGITAL

Penguasaan teknologi informasi diposisikan sebagai sarana fungsional modern untuk memperluas jangkauan dakwah dan mengelola amanah umat.

KEADILAN SOSIOLOGIS

Keterlibatan dalam politik praktis dipandang sebagai sarana untuk memperluas pengabdian dan menegakkan keadilan bagi jemaah.

★ ✦ ★

Teknologi untuk Khidmat

Biografi ini ditata dari bahan sumber secara utuh, dengan penekanan pada perjalanan akademik, digitalisasi pendidikan Islam, amanah sebagai Ketua YPH PPD NWDI Pancor, kiprah legislatif, dan prinsip hidup “bergerak alami”.

⌂↑