Setya kepada Allah dan Rasul-Nya: Menjalankan syariat Islam Ahlussunnah Waljama'ah.
Setya kepada Pancasila dan NKRI: Menjaga kedaulatan bangsa dari ronggongan radikalisme.
Setya kepada Organisasi NWDI: Mengawal visi misi dakwah Islam moderat.
Setya kepada Pimpinan dan Zuriat: Patuh pada garis komando para Tuan Guru (Sami'na wa Atho'na).
Setya kepada Kepentingan Umat: Hadir secara humanis membantu masyarakat umum yang membutuhkan pertolongan. [1, 2, 3]
Dengan pilar-pilar ini, Satgas Hamzanwadi Pancor berhasil mempertahankan eksistensinya secara permanen dan dihormati sebagai salah satu kekuatan sipil keagamaan yang paling solid di Pulau Lombok. [1, 2]